Hari ini, SMP Mujahidin Surabaya mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar dan berefleksi bersama Mr. Ahmed dalam sebuah workshop yang penuh wawasan tentang pendidikan di era abad ke-21.
Sebagai guru abad ke-21, kita dituntut untuk melek teknologi dan terus terbuka terhadap perubahan. Teknologi bukan sekadar alat, tetapi bagian dari perkembangan pembelajaran yang perlu kita pahami dan manfaatkan secara bijak.
Namun, perubahan di kelas terkadang masih menghadapi berbagai “belenggu”, seperti aturan yang terlalu rumit, kebiasaan yang sudah mengakar, serta rasa takut untuk mencoba dan gagal.




Dan yang paling penting untuk kita refleksikan adalah ketika kita masih terjebak dalam crab mentality—sikap yang tanpa sadar dapat membuat kita saling menarik ke bawah ketika ada yang ingin berkembang dan melakukan perubahan.
💡 Melalui ilmu dan refleksi hari ini, semoga kita semakin berani untuk keluar dari zona nyaman, saling mendukung, terus belajar, dan menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.
Karena perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari keberanian seorang guru untuk mencoba satu hal baru.
Dalam workshop ini juga ada pemberian apresiasi kepada Bapak Achmad Hanif As-Sifa, S.Pd. atas guru inspiratif karena selalu datang tepat waktu juga apresiasi kepada Bapak Anas Fauzi, S.Pd. atas dedikasi menjadi Kepala SMP Mujahidin Surabaya hingga periode tahun ajaran 2025/2026


Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi langkah awal untuk membawa SMP Mujahidin Surabaya menjadi lebih baik, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. 💙
#SMPMujahidinSurabaya #WorkshopGuru #GuruAbad21 #MelekTeknologi #TransformasiPendidikan #InovasiPembelajaran #PendidikanAbad21 #BelajarDanBertumbuh




0 Comments